JAKARTA, KOMPAS.TV - Berita pertama, Presiden Jokowi menegaskan kebijakan lockdown hanya dapat diambil pemerintah pusat. Kebijakan itu tidak boleh diambil pemerintah daerah. Jokowi pun menyebut belum kepikiran untuk melakukan lockdown. <br /> <br />Jokowi menyebut saat ini yang terpenting dilakukan adalah bagaimana mengurangi mobilitas orang, menjaga jarak, serta mengurangi kerumunan orang yang membawa resiko lebih besar pada penyebaran Covid 19. <br /> <br />Salah satu caranya dengan melakukan aktivitas yang produktif dari rumah. <br /> <br />Berita kedua, hari ini siswa, mahasiswa, hingga PNS belajar dan bekerja dari rumah. Hal ini sejalan dengan kebijakan dari Presiden Jokowi untuk menekan penyebaran virus corona. <br /> <br />Bahkan, termasuk Presiden Joko Widodo yang tidak melakukan rapat kabinet secara tatap muka, melainkan rapat melalui video conference sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. <br /> <br />Melalui foto yang diunggah akun Instagram Sekretaris Kabinet Pramono Anung video conference ini diikuti oleh 41 menteri. <br /> <br />Berita ketiga, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan pembatasan kuota penggunaan Moda Raya Terpadu (MRT) dan Transjakarta. akibatnya, antrian terlihat di sejumlah titik stasiun MRT dan halte Transjakarta. <br /> <br />Salah satu antrian terlihat di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan. Para calon penumpang pun harus antre panjang hingga sampai ke trotoar. <br /> <br />Mulai Senin (16/3/2020), jumlah penumpang MRT dibatasi, yakni 60 orang di tiap gerbong. Selain itu, jeda kedatangan MRT berubah dari sepuluh menit menjadi 20 menit serta jumlah gerbong dikurangi dari 16 menjadi empat. <br /> <br />Sementara itu, antrean penumpang juga terjadi di halte transjakarta Terminal Kalideres, Jakarta Barat. <br /> <br />Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, rute bus Transjakarta dikurangi dari 248 rute menjadi 13 rute. <br /> <br />#RapatKabinet #Jokowi #Corona <br /> <br /> <br /> <br />